Review XTEINK X4

Posted Jul 24, 2026

Device yang didedikasikan hanya untuk membaca, literal~

Beralih dari Kindle Basic

Kindle Basic

Saya memiliki Kindle Basic dari tahun 2023, dibeliin adik kesayangan pas ulang tahun. Tadinya ditawarin sepatu, tapi dengan keyakinan penuh saya minta dibelikan Kindle Basic saja, waktu itu dapet harga sekitar 1 jutaan lebih dikit, padahal kalo dibandingin tahun 2026 ini, kindle basic yang baru nembus di harga 2 jutaan 🫣.

Kalau dibandingkan Kindle Paperwhite, Kindle Basic ini memiliki kerapatan pixel yang lebih besar, jadi terlihat kurang ’tajam’ ketimbang paperwhite, juga tidak anti air. Sisanya kurang lebih sama, sebagai kebutuhan membaca di e-reader, Kindle Basic itu udah sangat lengkap banget: Management bacaan, sync antar device, fitur bookmark, kamus, pencarian, hightligth note, lampu supaya bisa baca di malam hari, dll.

Kindle Basic tersebut menjadi e-reader terbaik yang pernah saya miliki, eh, emang cuman adanya itu doang sih 😅, tapi saya puas banget baca di situ.

Sampai akhirnya Kindle Basic saya itu sering dibawa istri, saya mempertimbangkan untuk beli e-reader lagi, tapi bagaimanapun beli e-reader itu bukan prioritas saya, jadi saya mesti memilih antara beli preloved atau baru tapi yang harganya lebih affordable ketimbang kindle basic terbaru.

Akhirnya pilihan itu tertuju pada XTEINK X4, device buatan Tiongkok yang sempet viral beberapa waktu ini karena ukurannya yang kecil dan bisa ‘ditempel’ di belakang Smartphone.

Banyak Minusnya

XTEINK X4 dan X3, Ukuran X4 lebih besar. Credit: Nytimes

Apabila dibandingkan dengan Kindle Basic saya itu, X4 ini banyak sekali kekurangannya:

  • Tidak ada lampu frontlight untuk memudahkan membaca di malam hari. Cukup menjadi deal breaker karena kadang lebih sering membaca di malam hari, tapi bisa diakalin dengan menggunakan lampu baca.
  • Fitur bacaan yang minim: fitur seperti bookmark, last read, lompat ke chapter tertentu ada, tapi tidak bisa highlight note dan kamus. Bahkan untuk sync read juga bergantung pada firmware tertentu.
  • Tidak ada dedicated store seperti Kindle maupun Kobo yang punya store masing-masing, jadi harus beli dulu, convert, baru pindahin manual ke device XTEINK X4.
  • Colokan type-c berfungsi hanya untuk charging devicenya, bukan untuk transfer data, tapi memindahkan micro SD dari device ini ke Laptop cukup mudah kok, tapi kalo ga ada slot micro SD di laptop, musti nyiapin adapter usb gitu.
  • Layar kecil, jadi bakal cukup sulit membaca seperti PDF atau manga gitu (untuk manga harus diconvert dulu ke format .xtc)
  • Format buku terbatas, XTEINK X4 ini hanya mendukung format: .epub, .pdf, xtc, dan .txt. Jadi apabila ebookmu berformat selain dari itu, musti diconvert dulu.
  • Tidak masuk resmi ke Indonesia, artinya apabila ada error, tidak bisa ada layanan purna jualnya di Indonesia, dan juga harganya lebih mahal karena barang import. Tapi sebenernya Kindle dan Kobo juga tidak masuk resmi, jadi sebenernya ya sama saja risikonya.

Apabila semua kekurangan ini tidak bsai kamu tolerir, maka XTEINK X4 ini sebaiknya kamu skip aja sih, dan mempertimbangkan e-reader seperti Kindle yang preloved.

Mengapa Saya Memilih X4 ini?

My Little XTEINK X4

Walaupun kekurangan device ini cukup banyak, tapi buat saya sebenernya malah tidak menjadi soal, karena justru dengan fitur terbatas itu saya malah lebih bisa fokus hanya membaca.

This is E-Ink

Seperti Kindle Basic, XTEINK X4 ini adalah ebook reader berlayar e-ink yang memiliki kelebihan seperti tidak bikin mata lelah seperti layar laptop atau smartphone, juga memiliki kelebihan hemat daya. XTEINK X4 ini memiliki daya tahan batre yang luar biasa, saya bahkan hampir lupa kapan terakhir kali saya mengisi daya XTEINK X4 ini.

Affordable

Dibandingkan Kindle Basic terbaru di tahun 2026 (yang memiliki harga sekitar 2 jutaan), XTEINK X4 ini dibanderol dengan harga kisaran 1 jutaan. Sebenernya saya bisa mencari Kindle preloved dengan harga segitu, tapi karena saya takut kualitas preloved, makanya saya memilih membeli produk elektronik yang baru saja.

Mobilitas Tinggi

X4 dengan ukuran kecilnya itu dengan mudah bisa saya tempel di belakang Smartphone saya sehingga mudah sekali saya akses kapanpun dan di manapun. Kadang saya suka lupa membawa tas yang lumayan besar, sehingga terkadang kalau sedang menunggu, saya malah sibuk doom scrolling hape.

Paket bawaannya memberikan 2 ring besi supaya bisa ditempel di belakang case smartphone yang sudah memiliki magnet ring. Jadi ga perlu lagi beli ring besi tambahan gitu.

Freedom

Walaupun tidak ada dedicated store, justru menjadikan device ini menjadi bebas (freedom) karena tidak bergantung pada satu Store saja, sehingga saya bebas memilih memasukkan ebook yang bisa saya beli dari store manapun atau tempat gratisan seperti Project Gutenberg dan Yomu.

Sehingga tidak ada drama seperti Kindle lama yang sudah tidak disupport amazon lagi, sehingga kamu tidak bisa membeli ebook lagi di Kindle lama secara langsung dari storenya (untuk old device).

Berbeda dengan e-reader lain, XTEINK X4 ini sangat mudah untuk dioprek atau dicustom, sehingga kamu bisa menginstall firmware apapun (yang mendukung) untuk diinstall di device ini.

XTEINK X4 Manual

Untuk full guide XTEINK X4 ini kamu bisa baca-baca di sini: Xteink X4 — Getting Started

Community

Apabila kamu ada pertanyaan dan kebutuhan dukungan komunitas untuk masalah XTEINK mu, bisa hubungi atau kunjungi:

Donasi

Klik untuk Donasi